RPP PAI SD Kelas 6 by on Scribd
Tampilkan postingan dengan label PAI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PAI. Tampilkan semua postingan
Minggu, 16 Desember 2018
Materi Kelas 6 PAI-BP Pelajaran 2 "Ketika bumi berhenti berputar"
Makna Hari Akhir
Hari kiamat adalah peristiwa hancurnya alam semesta beserta isinya. Alam semesta hancur luluh dan semua makhluk di dalamnya mati. Hari kiamat ditandai dengan bunyi terompet sangkakala oleh Malaikat Israfil atas perintah dari Allah Swt.. Hari Kiamat tidak diketahui kapan terjadi. Hanya Allah Swt. saja yang mengetahui kapan peristiwa hari Kiamat terjadi. Namun, kita harus percaya Hari Kiamat akan datang. Percaya kepada Hari Kiamat adalah rukun iman yang kelima.
Pada hari Akhir, seluruh manusia meninggal dunia, tidak ada satupun makhluk di dunia ini yang hidup. Manusia akan dibangkitkan kembali untuk kemudian dikumpulkan di Padang Mahsyar. Di Padang Mahsyar, seluruh manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas amal perbuatannya selama hidup di dunia. Tiap manusia harus mempertanggungjawabkan tiap amal perbuatan yang dilakukannya ketika hidup di dunia. Di Padang Mahsyar, manusia memikirkan dirinya masing-masing, hukuman atau hadiah yang akan diterimanya atas amal perbuatan selama di dunia. Apakah ia menerima buku amal perbuatan yang menyenangkan atau menyedihkan. Apakah amalan kebaikan lebih berat daripada amalan keburukan, atau sebaliknya. Jika amalan kebaikan lebih banyak, sorga telah menantinya. Jika amalan keburukan lebih banyak, neraka telah menantinya.
Macam-macam Hari Akhir
1. Kiamat Sugrā (Kiamat Kecil)
Tahukah kalian apa Kiamat Sugrā (kiamat kecil) itu? Kiamat Sugra ialah hancurnya alam di sekitar kita; misalnya gunung meletus, gempa bumi, tsunami, air bah atau banjir bandang. Kiamat kecil dapat terjadi di mana saja di atas bumi ini. Kiamat kecil dapat menimpa siapa saja dan di mana saja, seperti kematian seseorang.
Kiamat Sugrā (kiamat kecil) bisa saja terjadi karena ulah manusia sendiri. Misalnya, berkendaraan tidak hati-hati sehingga kecelakaan, membakar hutan dan menebang pohon-pohon yang tidak terkendali sehingga gunung menjadi gundul, tanah longsor serta membuang sampah di sungai sehingga mengakibatkan banjir.
2. Kiamat Kubrā (Kiamat Besar)
Kiamat Kubrā (kiamat besar) adalah hancurnya alam semesta beserta isinya. Seperti matahari, bumi dan planet-planet lainnya sudah tidak berjalan pada porosnya sehingga saling bertabrakan. Bumi berguncang dahsyat dan tidak ada satu makhluk pun di muka bumi ini yang hidup.
Tanda-tanda Hari Akhir
Anak-anak, tahukah kalian tanda-tanda gunung yang akan meletus? Anak-anak yang tinggal di kota-kota yang jauh dari gunung tentu saja tidak mengalami sendiri tanda-tanda gunung yang akan meletus. Namun, anak-anak yang tinggal di kaki gunung api tentu saja mengetahuinya karena ada peringatan-peringatan dari petugas pemerintah atau pengawas gunung api. Misalnya, ketika letusan letusan gunung api tersebut sering terjadi, air sungai yang mengalir ke hilir berbau belerang, hewan-hewan buas (seperti harimau) sudah turun ke desa, dan sebagainya.
Sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa tidak ada seorang pun yang tahu kapan Hari Kiamat datang. Namun, Allah Swt. Memberitahukan tanda-tanda hari Kiamat makin dekat melalui firman-firman-Nya dalam al-Qur’ān. Di antara tanda-tanda tersebut adalah sebagai berikut.
1. Banyak ulama Muslim yang wafat.
2. Ilmu agama dianggap tidak penting.
3. Maksiat makin terang-terangan dan kejahatan di muka bumi makin merajalela.
4. Banyak laki-laki yang perilakunya menyerupai perempuan, atau sebaliknya perempuan berperilaku seperti laki-laki.
5. Banyak peperangan dan kerusuhan di muka bumi ini
6. Minuman keras dan barang terlarang (seperti narkoba) bebas beredar sehingga menimbulkan tindakan kriminalitas yang merajalela.
7. Munculnya orang-orang yang mengaku sebagai nabi/rasul.
Hikmah Memercayai Hari Akhir
Setelah kita mengetahui makna dan tanda-tanda Hari Kiamat serta meyakininya, ada
hikmah yang dapat kita gali, antara lain sebagai berikut.
1. Kita bertambah yakin dengan kebesaran dan kekuasaan Allah Swt.
2. Kita bertambah semangat mengerjakan amal kebaikan.
3. Kita menghindari perbuatan yang dilarang oleh Allah Swt. seperti: berkelahi, menggunakan obat terlarang/narkoba, minum minuman keras, mencuri, memfitnah dan, sebagainya.
4. Bersikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab dalam melakukan pekerjaan.
5. Selalu waspada dan menjaga lingkungan sekitar rumah atau sekolah.
6. Tidak menunda-nunda melakukan amal kebaikan, seperti melakukan salat lima waktu, mengerjakan PR, dan sebagainya.
Rangkuman :
1. Hari Kiamat (Hari Akhir) adalah hancurnya alam semesta beserta isinya.
2. Hari Kiamat dapat dibedakan menjadi dua: Kiamat Sugrā (Kiamat Kecil) dan Kiamat Kubrā (Kiamat Besar).
3. Di hari Kiamat Kubrā, seluruh makhluk hidup wafat.
4. Setelah Kiamat Kubrā tiba, manusia dikumpulkan untuk dimintai pertang gung-jawaban amal mereka sewaktu hidup di dunia.
5. Hikmah meyakini hari Kiamat, yaitu: melakukan perintah Allah Swt. dan menjauhi segala larangan-Nya.
6. Tanda-tanda kiamat disampaikan oleh Rasulullah saw., tetapi hanya Allah Swt. yang tahu waktu terjadinya.
7. Ada hikmah yang dapat dipetik ketika kita senantiasa mengingat datangnya Kiamat Sugrā dan Kubrā.
Hari kiamat adalah peristiwa hancurnya alam semesta beserta isinya. Alam semesta hancur luluh dan semua makhluk di dalamnya mati. Hari kiamat ditandai dengan bunyi terompet sangkakala oleh Malaikat Israfil atas perintah dari Allah Swt.. Hari Kiamat tidak diketahui kapan terjadi. Hanya Allah Swt. saja yang mengetahui kapan peristiwa hari Kiamat terjadi. Namun, kita harus percaya Hari Kiamat akan datang. Percaya kepada Hari Kiamat adalah rukun iman yang kelima.
Pada hari Akhir, seluruh manusia meninggal dunia, tidak ada satupun makhluk di dunia ini yang hidup. Manusia akan dibangkitkan kembali untuk kemudian dikumpulkan di Padang Mahsyar. Di Padang Mahsyar, seluruh manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas amal perbuatannya selama hidup di dunia. Tiap manusia harus mempertanggungjawabkan tiap amal perbuatan yang dilakukannya ketika hidup di dunia. Di Padang Mahsyar, manusia memikirkan dirinya masing-masing, hukuman atau hadiah yang akan diterimanya atas amal perbuatan selama di dunia. Apakah ia menerima buku amal perbuatan yang menyenangkan atau menyedihkan. Apakah amalan kebaikan lebih berat daripada amalan keburukan, atau sebaliknya. Jika amalan kebaikan lebih banyak, sorga telah menantinya. Jika amalan keburukan lebih banyak, neraka telah menantinya.
Macam-macam Hari Akhir
1. Kiamat Sugrā (Kiamat Kecil)
Tahukah kalian apa Kiamat Sugrā (kiamat kecil) itu? Kiamat Sugra ialah hancurnya alam di sekitar kita; misalnya gunung meletus, gempa bumi, tsunami, air bah atau banjir bandang. Kiamat kecil dapat terjadi di mana saja di atas bumi ini. Kiamat kecil dapat menimpa siapa saja dan di mana saja, seperti kematian seseorang.
Kiamat Sugrā (kiamat kecil) bisa saja terjadi karena ulah manusia sendiri. Misalnya, berkendaraan tidak hati-hati sehingga kecelakaan, membakar hutan dan menebang pohon-pohon yang tidak terkendali sehingga gunung menjadi gundul, tanah longsor serta membuang sampah di sungai sehingga mengakibatkan banjir.
2. Kiamat Kubrā (Kiamat Besar)
Kiamat Kubrā (kiamat besar) adalah hancurnya alam semesta beserta isinya. Seperti matahari, bumi dan planet-planet lainnya sudah tidak berjalan pada porosnya sehingga saling bertabrakan. Bumi berguncang dahsyat dan tidak ada satu makhluk pun di muka bumi ini yang hidup.
Tanda-tanda Hari Akhir
Anak-anak, tahukah kalian tanda-tanda gunung yang akan meletus? Anak-anak yang tinggal di kota-kota yang jauh dari gunung tentu saja tidak mengalami sendiri tanda-tanda gunung yang akan meletus. Namun, anak-anak yang tinggal di kaki gunung api tentu saja mengetahuinya karena ada peringatan-peringatan dari petugas pemerintah atau pengawas gunung api. Misalnya, ketika letusan letusan gunung api tersebut sering terjadi, air sungai yang mengalir ke hilir berbau belerang, hewan-hewan buas (seperti harimau) sudah turun ke desa, dan sebagainya.
Sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa tidak ada seorang pun yang tahu kapan Hari Kiamat datang. Namun, Allah Swt. Memberitahukan tanda-tanda hari Kiamat makin dekat melalui firman-firman-Nya dalam al-Qur’ān. Di antara tanda-tanda tersebut adalah sebagai berikut.
1. Banyak ulama Muslim yang wafat.
2. Ilmu agama dianggap tidak penting.
3. Maksiat makin terang-terangan dan kejahatan di muka bumi makin merajalela.
4. Banyak laki-laki yang perilakunya menyerupai perempuan, atau sebaliknya perempuan berperilaku seperti laki-laki.
5. Banyak peperangan dan kerusuhan di muka bumi ini
6. Minuman keras dan barang terlarang (seperti narkoba) bebas beredar sehingga menimbulkan tindakan kriminalitas yang merajalela.
7. Munculnya orang-orang yang mengaku sebagai nabi/rasul.
Hikmah Memercayai Hari Akhir
Setelah kita mengetahui makna dan tanda-tanda Hari Kiamat serta meyakininya, ada
hikmah yang dapat kita gali, antara lain sebagai berikut.
1. Kita bertambah yakin dengan kebesaran dan kekuasaan Allah Swt.
2. Kita bertambah semangat mengerjakan amal kebaikan.
3. Kita menghindari perbuatan yang dilarang oleh Allah Swt. seperti: berkelahi, menggunakan obat terlarang/narkoba, minum minuman keras, mencuri, memfitnah dan, sebagainya.
4. Bersikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab dalam melakukan pekerjaan.
5. Selalu waspada dan menjaga lingkungan sekitar rumah atau sekolah.
6. Tidak menunda-nunda melakukan amal kebaikan, seperti melakukan salat lima waktu, mengerjakan PR, dan sebagainya.
Rangkuman :
1. Hari Kiamat (Hari Akhir) adalah hancurnya alam semesta beserta isinya.
2. Hari Kiamat dapat dibedakan menjadi dua: Kiamat Sugrā (Kiamat Kecil) dan Kiamat Kubrā (Kiamat Besar).
3. Di hari Kiamat Kubrā, seluruh makhluk hidup wafat.
4. Setelah Kiamat Kubrā tiba, manusia dikumpulkan untuk dimintai pertang gung-jawaban amal mereka sewaktu hidup di dunia.
5. Hikmah meyakini hari Kiamat, yaitu: melakukan perintah Allah Swt. dan menjauhi segala larangan-Nya.
6. Tanda-tanda kiamat disampaikan oleh Rasulullah saw., tetapi hanya Allah Swt. yang tahu waktu terjadinya.
7. Ada hikmah yang dapat dipetik ketika kita senantiasa mengingat datangnya Kiamat Sugrā dan Kubrā.
Materi Kelas 6 PAI-BP Pelajaran 1 "Indahnya Saling Menghormati"
Surat al-Kafirµn adalah surat ke-109. Jumlah ayat surat al-Kafirun 6 (enam) ayat. Surat al-Kafirµn mengisyaratkan tentang pupusnya harapan orang-orang kafir Qurays Mekah zaman itu tehadap dakwah Nabi Muhammad saw. Nabi Muhammad saw. tidak mau mengikuti tata cara beribadah orang-orang kafir Quraisy. Mereka dipersilakan beribadah menurut ajaran agamanya sendiri. Surat al-Kafirµn tergolong surat Makkiyah karena diturunkan di Kota Mekah sesudah surat al-Ma’un.
Dinamai ”al-Kafirun” (orang-orang kafir) diambil dari perkataan ”al-Kafirun” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Rangkuman Kesimpulan dari pelajaran 1:
1. Q.S. al-Kafirµn terdapat dalam urutan ke-109 dalam al-Qur’ān. Surat
ini terdiri atas 6 ayat, diturunkan di Mekah sehingga dinamakan
surat Makkiyyah.
2. Q.S. al-Kafirµn mengisyaratkan, bahwa semua harapan dan usaha
orang-orang kafir Quraisy di masa itu untuk menghentikan dakwah
Nabi Muhammad saw..
3. Q.S. al-Kafirµn menerangkan bahwa Nabi Muhammad saw. tidak
mau mengikuti tata cara ibadah orang-orang kafir di zamannya.
Orang-orang kafir dipersilakan beribadah sesuai tata caranya sendiri
dan kaum muslimin pun demikian.
Dinamai ”al-Kafirun” (orang-orang kafir) diambil dari perkataan ”al-Kafirun” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Rangkuman Kesimpulan dari pelajaran 1:
1. Q.S. al-Kafirµn terdapat dalam urutan ke-109 dalam al-Qur’ān. Surat
ini terdiri atas 6 ayat, diturunkan di Mekah sehingga dinamakan
surat Makkiyyah.
2. Q.S. al-Kafirµn mengisyaratkan, bahwa semua harapan dan usaha
orang-orang kafir Quraisy di masa itu untuk menghentikan dakwah
Nabi Muhammad saw..
3. Q.S. al-Kafirµn menerangkan bahwa Nabi Muhammad saw. tidak
mau mengikuti tata cara ibadah orang-orang kafir di zamannya.
Orang-orang kafir dipersilakan beribadah sesuai tata caranya sendiri
dan kaum muslimin pun demikian.
Materi Kisah 6 PAI-BP Kisah keteladanan Ashabul Kahfi Pelajaran 10 "Senangnya meneladani para Nabi dan Ashabul Kahfi"
E. Kisah Keteladanan Ashabul Kahfi
Ashabul Kahfi menceritakan tujuh orang pemuda dan seekor anjing yang ditidurkan oleh Allah Swt. selama 309 tahun. Ashabul Kahfi merupakan kisah perjuangan tujuh orang pemuda yang menyelamatkan keyakinannya kepada Allah Yang Maha Esa. Mereka hidup di negeri Syam yang dikuasai bangsa Romawi. Saat itu, Syam diperintah oleh gubernur Romawi yang amat kejam, Daqianus namanya. Daqianus ialah seorang penyembah berhala yang amat fanatik. Ia menyebar mata-mata ke seluruh negeri Syam untuk mengetahui orang-orang yang tidak menyembah
berhala. Jika orang suruhan Daqianus menemukan anggota masyarakat yang tidak menyembah erhala seperti yang ilakukan Daqianus, mereka akan dibawa ke hadapan Daqianus.
Ashabul kahfi adalah kelompok pemuda yang beriman kepada Allah Swt., yang meyakini bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah Swt. semata. Mereka teguh di atas keyakinan yang
benar. Meskipun bertentangan dengan mayoritas masyarakat ketika itu. Ashabul kahfi mengambil keputusan untuk menghindari kejaran Daqianus dengan cara bersembunyi di gua.
Demi menyelamatkan akidah dan keyakinan mereka. Sebelumnya mereka berdoa kepada Allah Swt.
Lalu, Allah Swt. pun mengabulkan doa mereka dan memudahkan urusan mereka. Mereka berlindung di dalam sebuah gua yang cukup luas sehingga mereka bisa tinggal dengan nyaman di dalamnya. Allah Swt. juga menidurkan mereka di dalam gua tersebut selama 309 tahun sehingga mereka tak dapat dibangunkan oleh suara apa pun.
Ashabul Kahfi tidur di dalam gua mendapat perlingungan dan penjagaan dari Allah Swt. Sinar matahari tidak masuk ke dalam gua, sehingga tidak langsung mengenai tubuh mereka. Akibatnya, tubuh mereka tidak rusak. Dengan demikian mereka tidak merasa kepanasan dengan sengatan sinar matahari. Bahkan, Allah Swt. menjadikan orang yang melihat Ashabul Kahfi mengira bahwa
mereka dalam keadaan terbangun. Ketika Allah Swt. membangunkan Ashabul Kahfi, salah satu dari mereka pergi ke kota dengan membawa uang untuk membeli makanan. Apa yang didapati salah saorang Ashabul Kahfi tersebut? Ternyata ia mendapati negeri (yaitu negeri Daqianus) sudah berubah, penduduk dan pemerintah pun telah berganti. Penduduk tidak mengenali mereka, juga tidak
seorang pun yang dia kenal dari penduduk negeri tersebut.
Demikianlah kisah Ashabul Kahfi yang beriman kepada Allah Swt. dan jujur dengan keimanannya tersebut. Allah Swt. balas keimanan dan kejujuran mereka dengan menyelamatkan dan memuliakan mereka dengan menjadikan mereka sebagai teladan bagi orang-orang yang beriman hingga akhir zaman.
Oleh sebab itu, sebagai anak muslim, kita harus memiliki sikap teguh pendirian terhadap keyakinan yang benar. Seperti yang dicontohkan Ashabul Kahfi yang berusaha untuk menyelamatkan akidahnya (keimanannya) kepada Allah Swt. Kita harus yakin, bahwa orang yang beriman dapat perlindungan dari Allah Swt. Hal itu diperlihat Allah Swt. yang melindungan Ashabul Kahfi tersebut.
Ashabul Kahfi menceritakan tujuh orang pemuda dan seekor anjing yang ditidurkan oleh Allah Swt. selama 309 tahun. Ashabul Kahfi merupakan kisah perjuangan tujuh orang pemuda yang menyelamatkan keyakinannya kepada Allah Yang Maha Esa. Mereka hidup di negeri Syam yang dikuasai bangsa Romawi. Saat itu, Syam diperintah oleh gubernur Romawi yang amat kejam, Daqianus namanya. Daqianus ialah seorang penyembah berhala yang amat fanatik. Ia menyebar mata-mata ke seluruh negeri Syam untuk mengetahui orang-orang yang tidak menyembah
berhala. Jika orang suruhan Daqianus menemukan anggota masyarakat yang tidak menyembah erhala seperti yang ilakukan Daqianus, mereka akan dibawa ke hadapan Daqianus.
Ashabul kahfi adalah kelompok pemuda yang beriman kepada Allah Swt., yang meyakini bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah Swt. semata. Mereka teguh di atas keyakinan yang
benar. Meskipun bertentangan dengan mayoritas masyarakat ketika itu. Ashabul kahfi mengambil keputusan untuk menghindari kejaran Daqianus dengan cara bersembunyi di gua.
Demi menyelamatkan akidah dan keyakinan mereka. Sebelumnya mereka berdoa kepada Allah Swt.
Lalu, Allah Swt. pun mengabulkan doa mereka dan memudahkan urusan mereka. Mereka berlindung di dalam sebuah gua yang cukup luas sehingga mereka bisa tinggal dengan nyaman di dalamnya. Allah Swt. juga menidurkan mereka di dalam gua tersebut selama 309 tahun sehingga mereka tak dapat dibangunkan oleh suara apa pun.
Ashabul Kahfi tidur di dalam gua mendapat perlingungan dan penjagaan dari Allah Swt. Sinar matahari tidak masuk ke dalam gua, sehingga tidak langsung mengenai tubuh mereka. Akibatnya, tubuh mereka tidak rusak. Dengan demikian mereka tidak merasa kepanasan dengan sengatan sinar matahari. Bahkan, Allah Swt. menjadikan orang yang melihat Ashabul Kahfi mengira bahwa
mereka dalam keadaan terbangun. Ketika Allah Swt. membangunkan Ashabul Kahfi, salah satu dari mereka pergi ke kota dengan membawa uang untuk membeli makanan. Apa yang didapati salah saorang Ashabul Kahfi tersebut? Ternyata ia mendapati negeri (yaitu negeri Daqianus) sudah berubah, penduduk dan pemerintah pun telah berganti. Penduduk tidak mengenali mereka, juga tidak
seorang pun yang dia kenal dari penduduk negeri tersebut.
Demikianlah kisah Ashabul Kahfi yang beriman kepada Allah Swt. dan jujur dengan keimanannya tersebut. Allah Swt. balas keimanan dan kejujuran mereka dengan menyelamatkan dan memuliakan mereka dengan menjadikan mereka sebagai teladan bagi orang-orang yang beriman hingga akhir zaman.
Oleh sebab itu, sebagai anak muslim, kita harus memiliki sikap teguh pendirian terhadap keyakinan yang benar. Seperti yang dicontohkan Ashabul Kahfi yang berusaha untuk menyelamatkan akidahnya (keimanannya) kepada Allah Swt. Kita harus yakin, bahwa orang yang beriman dapat perlindungan dari Allah Swt. Hal itu diperlihat Allah Swt. yang melindungan Ashabul Kahfi tersebut.
Materi Kelas 6 PAI-BP Kisah Keteladanan Nabi Isa a.s Pelajaran 10 "Senangnya meneladani Para Nabi dan Ashabul Kahfi"
D. Kisah Keteladanan Nabi Isa a.s
Nabi Isa a.s. diutus kepada Bani Israil, untuk mengajarkan tentang keesaan Tuhan dan menyelamatkan mereka dari kesesatan. Nabi Isa a.s. merupakan salah satu dari Rasul Ulul Azmi. Nabi Isa a.s. dilahirkan pada tahun 622 sebelum Hijriah atau sebelum tahun Masehi. Dalam al-Qur’ān, Nabi Isa a.s. disebut Isa bin Maryam atau Isa al-Masih. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 29 M dan ditugaskan berdakwah kepada Bani Israil di Palestina. Namanya disebutkan sebanyak 25 kali di dalam al-Qur’ān. Sebagai bukti kenabiannya, Nabi Isa memiliki mukjizat, seperti bisa berbicara sewaktu masih bayi dalam pangkuan ibundanya, atas izin Allah Swt. beliau menghidupkan burung yang terbuat dari tanah liat, menyembuhkan orang yang terkena lepra, menyembuhkan orang buta atau tuna netra.
Nabi Isa a.s. adalah utusan Allah Swt. dan diberi Kitab Suci Injil. Dalam menyampaikan ajaran tauhid, beliau mendapat penolakan Bani Israil tetapi, tetap gigih menyam paikan-nya. Mukjizat Nabi Isa a.s. Seperti telah dijelaskan sebelumnya di atas, bahwa Nabi Isa a.s. diberi mukjizat oleh Allah Swt yang diceritakan dalam Q.S al-Ma'idah:110, intinya yaitu:
a. Dapat berbicara dengan manusia ketika masih bayi atau masih dalam buaian.
b. Dapat menyembuhkan orang yang buta sejak lahir.
c. Dapat menyembuhkan orang yang berpenyakit lepra dengan seizin Allah Swt.
Sementara itu, sebelum diangkat ke langit, Nabi Isa a.s. menyampaikan kabar kepada para pengikutnya bahwa akan datang seorang Nabi dan Rasul bernama Ahmad. Nabi dan rasul yang dimaksud Nabi Isa a.s. ialah penutup dari seluruh Nabi dan Rasul, yakni Nabi Muhammad saw.
Ahmad sesungguhnya nama lain dari Nabi Muhammad saw., yang ajarannya akan melengkapi seluruh ajaran Nabi dan Rasul sebelumnya.
Berdasarkan kisah Nabi Isa a.s. di atas, marilah kita ambil hikmah dan suri teladan.
a. Kita harus menjaga kehormatan diri, kehormatan orang tua dan keluarga. Seperti yang dicontohkan Maryam, ibunda Nabi Isa a.s.
b. Kita harus berani berkata yang benar.
c. Kita harus meyakini bahwa Nabi Isa a.s. adalah seorang Rasul.
d. Kita meyakini bahwa Nabi Isa diberi wahyu berupa Kitab Suci Injil.
e. Kita harus menyembah Allah Swt., Tuhan Yang Maha Esa dan Mahasuci.
f. Kita yakin bahwa orang yang takwa pasti dilindungi oleh Allah Swt. seperti Nabi Isa a.s. yang dikejar-kejar pasukan Romawi untuk disalib, tapi Allah Swt menyelamatkannya.
Nabi Isa a.s. diutus kepada Bani Israil, untuk mengajarkan tentang keesaan Tuhan dan menyelamatkan mereka dari kesesatan. Nabi Isa a.s. merupakan salah satu dari Rasul Ulul Azmi. Nabi Isa a.s. dilahirkan pada tahun 622 sebelum Hijriah atau sebelum tahun Masehi. Dalam al-Qur’ān, Nabi Isa a.s. disebut Isa bin Maryam atau Isa al-Masih. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 29 M dan ditugaskan berdakwah kepada Bani Israil di Palestina. Namanya disebutkan sebanyak 25 kali di dalam al-Qur’ān. Sebagai bukti kenabiannya, Nabi Isa memiliki mukjizat, seperti bisa berbicara sewaktu masih bayi dalam pangkuan ibundanya, atas izin Allah Swt. beliau menghidupkan burung yang terbuat dari tanah liat, menyembuhkan orang yang terkena lepra, menyembuhkan orang buta atau tuna netra.
Nabi Isa a.s. adalah utusan Allah Swt. dan diberi Kitab Suci Injil. Dalam menyampaikan ajaran tauhid, beliau mendapat penolakan Bani Israil tetapi, tetap gigih menyam paikan-nya. Mukjizat Nabi Isa a.s. Seperti telah dijelaskan sebelumnya di atas, bahwa Nabi Isa a.s. diberi mukjizat oleh Allah Swt yang diceritakan dalam Q.S al-Ma'idah:110, intinya yaitu:
a. Dapat berbicara dengan manusia ketika masih bayi atau masih dalam buaian.
b. Dapat menyembuhkan orang yang buta sejak lahir.
c. Dapat menyembuhkan orang yang berpenyakit lepra dengan seizin Allah Swt.
Sementara itu, sebelum diangkat ke langit, Nabi Isa a.s. menyampaikan kabar kepada para pengikutnya bahwa akan datang seorang Nabi dan Rasul bernama Ahmad. Nabi dan rasul yang dimaksud Nabi Isa a.s. ialah penutup dari seluruh Nabi dan Rasul, yakni Nabi Muhammad saw.
Ahmad sesungguhnya nama lain dari Nabi Muhammad saw., yang ajarannya akan melengkapi seluruh ajaran Nabi dan Rasul sebelumnya.
Berdasarkan kisah Nabi Isa a.s. di atas, marilah kita ambil hikmah dan suri teladan.
a. Kita harus menjaga kehormatan diri, kehormatan orang tua dan keluarga. Seperti yang dicontohkan Maryam, ibunda Nabi Isa a.s.
b. Kita harus berani berkata yang benar.
c. Kita harus meyakini bahwa Nabi Isa a.s. adalah seorang Rasul.
d. Kita meyakini bahwa Nabi Isa diberi wahyu berupa Kitab Suci Injil.
e. Kita harus menyembah Allah Swt., Tuhan Yang Maha Esa dan Mahasuci.
f. Kita yakin bahwa orang yang takwa pasti dilindungi oleh Allah Swt. seperti Nabi Isa a.s. yang dikejar-kejar pasukan Romawi untuk disalib, tapi Allah Swt menyelamatkannya.
Materi Kelas 6 PAI-BP Kisah Keteladanan Nabi Yahya a.s Pelajaran 10 "Senangnya meneladani Para Nabi dan Ashabul Kahfi"
C. Kisah Keteladanan Nabi Yahya a.s
Nabi Yahya a.s. adalah anak Nabi Zakaria a.s. Nabi Yahya a.s. adalah seorang yang bertakwa. Beliau adalah seseorang yang cerdik pandai, berpikiran tajam sejak ia berusia muda dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Di samping itu, Nabi Yahya a.s. terkenal sebagai seorang nabi yang teguh pendirian dalam berdakwah. Sebagai contoh Nabi Yahya a.s. tetap menyampaikan larangan Allah Swt kepada Raja Hirodus yang ingin menikahi anak tirinya, Herodia. Nabi Yahya a.s. tidak menghiraukan ancaman raja demi untuk menegakkan kebenaran dan melawan kebatilan. Bersama Nabi Zakaria (ayahnya), Nabi Yahya a.s. berdakwah menyebarkan agama tauhid kepada umatnya, sehingga mereka terpelihara.
Berdasarkan kisah Nabi Yahya a.s. di atas, kita dapat mengambil suri teladan, yaitu kita harus memiliki sikap yang tegas untuk mengatakan yang benar itu adalah benar dan yang salah tetaplah salah, seperti penolakan Nabi Yahya a.s. terhadap rencana pernikahan Raja Hirodus dengan putri tirinya yang bernama Herodia. Ucapan dan perbuatan Nabi Yahya a.s. selalu diikuti karena beliau menjadi panutan atau suri teladan masyarakat saat itu. Selain itu, sikap hormat Yahya kepada orang tua dan taat beribadah kepada Allah Swt. menjadi teladan bagi siapa pun juga. Apalagi ayah beliau Nabi Zakaria a.s. merupakan sosok yang takwa kepada Allah Swt.
Oleh sebab itu, walaupun kita hidup di zaman Nabi Muhammad saw., tetapi perilaku Nabi Yahya a.s. dapat kita jadikan teladan, seperti hormat kepada orang tua, pemberani, dan teguh pendirian.
Nabi Yahya a.s. adalah anak Nabi Zakaria a.s. Nabi Yahya a.s. adalah seorang yang bertakwa. Beliau adalah seseorang yang cerdik pandai, berpikiran tajam sejak ia berusia muda dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Di samping itu, Nabi Yahya a.s. terkenal sebagai seorang nabi yang teguh pendirian dalam berdakwah. Sebagai contoh Nabi Yahya a.s. tetap menyampaikan larangan Allah Swt kepada Raja Hirodus yang ingin menikahi anak tirinya, Herodia. Nabi Yahya a.s. tidak menghiraukan ancaman raja demi untuk menegakkan kebenaran dan melawan kebatilan. Bersama Nabi Zakaria (ayahnya), Nabi Yahya a.s. berdakwah menyebarkan agama tauhid kepada umatnya, sehingga mereka terpelihara.
Berdasarkan kisah Nabi Yahya a.s. di atas, kita dapat mengambil suri teladan, yaitu kita harus memiliki sikap yang tegas untuk mengatakan yang benar itu adalah benar dan yang salah tetaplah salah, seperti penolakan Nabi Yahya a.s. terhadap rencana pernikahan Raja Hirodus dengan putri tirinya yang bernama Herodia. Ucapan dan perbuatan Nabi Yahya a.s. selalu diikuti karena beliau menjadi panutan atau suri teladan masyarakat saat itu. Selain itu, sikap hormat Yahya kepada orang tua dan taat beribadah kepada Allah Swt. menjadi teladan bagi siapa pun juga. Apalagi ayah beliau Nabi Zakaria a.s. merupakan sosok yang takwa kepada Allah Swt.
Oleh sebab itu, walaupun kita hidup di zaman Nabi Muhammad saw., tetapi perilaku Nabi Yahya a.s. dapat kita jadikan teladan, seperti hormat kepada orang tua, pemberani, dan teguh pendirian.
Materi Kelas 6 PAI-BP Kisah Keteladanan Nabi Zakaria a.s Pelajaran 10 "Senangnya meneladani para Nabi dan Ashabul Kahfi"
B. Keteladanan Nabi Zakaria a.s
Pengharapan panjang Nabi Zakaria a.s. untuk mendapatkan keturunan tidak pernah surut. Nabi Zakaria a.s. yang taat beribadah terus berdoa tidak putus-putusnya kepada Allah Swt., hingga akhirnya membuahkan hasil. Suatu saat, Allah Swt. mengabulkan doa Nabi Zakaria a.s. sehingga ia memperoleh anak walaupun usianya telah tua. Anaknya itu diberi nama Yahya. Sebagai manusia, Nabi Zakaria a.s. ingin agar keturunannya tidak terputus dan terus bersambung dari generasi ke generasi sepanjang Allah Swt. mengizinkannya.
Nabi Zakaria a.s. khawatir, bahwa bila ia wafat tanpa meninggalkan seorang pengganti, kaumnya akan kehilangan pemimpin dan akan kembali kepada cara-cara hidup mereka yang penuh dengan kemunkaran dan kemaksiatan, bahkan mungkin mereka akan mengubah syariat Nabi Musa a.s. dengan menambah atau mengurangi isi kitab Taurat sekehendak hati mereka. Sebagai orang yang diserahi amanah untuk melindungi Maryam binti Imran, Nabi Zakaria a.s. tiap hari pergi ke mihrab melakukan ¡alat sambil menjenguk Maryam. Nabi Zakaria a.s. mengawasi Maryam sejak ia diserahkan oleh ibunya. Tugas pengawasan terhadap Maryam diterima nabi Zakaria a.s. melalui undian yang dilakukan oleh para pengurus mihrab.
Suatu hari ketika Nabi Zakaria a.s. datang ke mihrab, ia melihat Maryam di salah satu sudut mihrab sedang șalat (sujud), di depannya terlihat berbagai jenis buah-buahan musim panas. Dalam hati, Nabi Zakaria a.s. bertanya-tanya, dari mana datangnya buah-buahan musim panas itu, padahal mereka masih berada dalam musim dingin. Nabi Zakaria a.s. tidak sabar menanti Maryam selesai sujud. Setelah Maryam selesai șalat, didekati Nabi Zakaria a.s. untuk menanyakan tentang asal muasal buah-buahan kepadanya: "Hei Maryam, dari manakah engkau mendapati buah-buahan ini semua?" Maryam menjawab: "Ini adalah pemberian Allah Swt. yang aku dapat tanpa dicari dan diminta. Di kala matahari terbit, aku mendapatkan rezekiku ini sudah berada di depan mataku, demikian pula bila matahari terbenam. Mengapa Bapak merasa heran dan takjub? Bukankah Allah Swt. berkuasa memberikan rezekinya kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan?"
Suatu peristiwa yang menakjubkan, Allah Swt. memberi tanda-tanda kehamilan isteri Nabi Zakaria a.s., bahwa mulutnya tidak akan bisa berbicara selama tiga hari dengan sesama manusia – padahal ia tidak sakit. Isteri Nabi Zakaria a.s. hanya bisa berbicara isyarat dengan tangan atau lainnya untuk memahamkan orang. Selama tiga hari itu, ia harus memperbanyak bertasbih, bertahmid di waktu pagi dan petang. Allah Swt memberi seorang anak kepada Nabi Zakaria a.s. Anak yang diberi nama Yahya itu kelak dapat meneruskan dakwah Nabi Zakaria a.s. Anak-anak, kisah Nabi Zakaria a.s. dapat dijadikan teladan. Untuk memperoleh keinginan, kita harus berusaha dan terus berdoa dengan ikhlas. Kita tidak boleh putus asa. Setiap cobaan yang Allah Swt. datangkan, tentu ada hikmah yang terkandung di dalamnya.
Pengharapan panjang Nabi Zakaria a.s. untuk mendapatkan keturunan tidak pernah surut. Nabi Zakaria a.s. yang taat beribadah terus berdoa tidak putus-putusnya kepada Allah Swt., hingga akhirnya membuahkan hasil. Suatu saat, Allah Swt. mengabulkan doa Nabi Zakaria a.s. sehingga ia memperoleh anak walaupun usianya telah tua. Anaknya itu diberi nama Yahya. Sebagai manusia, Nabi Zakaria a.s. ingin agar keturunannya tidak terputus dan terus bersambung dari generasi ke generasi sepanjang Allah Swt. mengizinkannya.
Nabi Zakaria a.s. khawatir, bahwa bila ia wafat tanpa meninggalkan seorang pengganti, kaumnya akan kehilangan pemimpin dan akan kembali kepada cara-cara hidup mereka yang penuh dengan kemunkaran dan kemaksiatan, bahkan mungkin mereka akan mengubah syariat Nabi Musa a.s. dengan menambah atau mengurangi isi kitab Taurat sekehendak hati mereka. Sebagai orang yang diserahi amanah untuk melindungi Maryam binti Imran, Nabi Zakaria a.s. tiap hari pergi ke mihrab melakukan ¡alat sambil menjenguk Maryam. Nabi Zakaria a.s. mengawasi Maryam sejak ia diserahkan oleh ibunya. Tugas pengawasan terhadap Maryam diterima nabi Zakaria a.s. melalui undian yang dilakukan oleh para pengurus mihrab.
Suatu hari ketika Nabi Zakaria a.s. datang ke mihrab, ia melihat Maryam di salah satu sudut mihrab sedang șalat (sujud), di depannya terlihat berbagai jenis buah-buahan musim panas. Dalam hati, Nabi Zakaria a.s. bertanya-tanya, dari mana datangnya buah-buahan musim panas itu, padahal mereka masih berada dalam musim dingin. Nabi Zakaria a.s. tidak sabar menanti Maryam selesai sujud. Setelah Maryam selesai șalat, didekati Nabi Zakaria a.s. untuk menanyakan tentang asal muasal buah-buahan kepadanya: "Hei Maryam, dari manakah engkau mendapati buah-buahan ini semua?" Maryam menjawab: "Ini adalah pemberian Allah Swt. yang aku dapat tanpa dicari dan diminta. Di kala matahari terbit, aku mendapatkan rezekiku ini sudah berada di depan mataku, demikian pula bila matahari terbenam. Mengapa Bapak merasa heran dan takjub? Bukankah Allah Swt. berkuasa memberikan rezekinya kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan?"
Suatu peristiwa yang menakjubkan, Allah Swt. memberi tanda-tanda kehamilan isteri Nabi Zakaria a.s., bahwa mulutnya tidak akan bisa berbicara selama tiga hari dengan sesama manusia – padahal ia tidak sakit. Isteri Nabi Zakaria a.s. hanya bisa berbicara isyarat dengan tangan atau lainnya untuk memahamkan orang. Selama tiga hari itu, ia harus memperbanyak bertasbih, bertahmid di waktu pagi dan petang. Allah Swt memberi seorang anak kepada Nabi Zakaria a.s. Anak yang diberi nama Yahya itu kelak dapat meneruskan dakwah Nabi Zakaria a.s. Anak-anak, kisah Nabi Zakaria a.s. dapat dijadikan teladan. Untuk memperoleh keinginan, kita harus berusaha dan terus berdoa dengan ikhlas. Kita tidak boleh putus asa. Setiap cobaan yang Allah Swt. datangkan, tentu ada hikmah yang terkandung di dalamnya.
Materi Kelas 6 PAI-BP Kisah Keteladanan Nabi Yunus a.s, Pelajaran 10 "Senangnya Meneladani Para Nabi dan Asbabul Kahfi"
A. Kisah keteladanan Nabi Yunus a.s
Nabi Yunus a.s. adalah salah satu nabi yang mengalami kehidupan dalam tiga kegelapan, yaitu kegelapan di dalam perut ikan, kegelapan di lautan, dan kegelapan malam. Nabi Yunus a.s. adalah pembawa ajaran tauhid. Beliau menyesali tindakannya karena meninggalkan umat yang tidak mau bersujud kepada Allah Swt., Tuhan Yang Maha Esa. Beliau berdoa dengan nada penyesalan di dalam perut ikan.
Nabi Yunus bin Matta diutus oleh Allah Swt. untuk berdakwah kepada penduduk ”Ninawa” di wilayah Maushil, Irak.
Penduduk kampung ”Ninawa” berpaling dari jalan Allah Swt. dan menyembah berhala. Oleh sebab itu, Allah Swt. ingin memberi petunjuk kepada mereka dan mengembalikan mereka ke jalan yang lurus. Allah Swt mengutus Nabi Yunus a.s. untuk mengajak mereka beriman dan meninggalkan sesembahan selain Allah Swt. Seruan Nabi Yunus a.s. untuk menyembah Allah Swt. ditolak penduduk ”Ninawa”. Mereka tetap memilih menyembah berhala. Mereka lebih memilih kekafiran dan kesesatan daripada keimanan. Mereka mendustakan Nabi Yunus a.s. mengolok-olok, dan menghinanya. Setelah lama menghadapi mereka, Nabi Yunus a.s. pun marah kepada kaumnya dan tidak berharap lagi keimanan mereka. Allah Swt. pun mewahyukan kepada Nabi Yunus a.s. untuk membimbing kaumnya. Allah Swt. memberi tahu bahwa akan mengazab umat Nabi Yunus setelah berlalu tiga hari. Lalu, Nabi Yunus menyampaikan perihal azab itu kepada kaumnya, kemudian ia pergi meninggalkan mereka. Kaum Nabi Yunus a.s. telah mengetahui azab Allah Swt. akan datang.
Mereka melihat Nabi Yunus a.s. telah pergi meninggalkannya. Dengan demikian, mereka yakin azab akan turun. Maka, mereka segera bertaubat kepada Allah Swt., dan menyesali sikap mereka selama ini. Ketika itu, mereka berdoa memohon ampun kepada Allah Swt. agar azab itu diangkat dari mereka. Allah Swt. menjauhi azab itu dari mereka karena kesungguhan doanya.
Nabi Yunus a.s. tetap meninggalkan kampung kaumnya karena marah, padahal Allah Swt. belum mengizinkannya. Nabi Yunus a.s. pergi ke tepi laut dan menaiki kapal. Pada saat Yunus berada di atas kapal, ombak laut menjadi dahsyat, angin menjadi kencang dan membuat kapal menjadi oleng hingga hampir saja tenggelam. Melihat keadaan demikian, nakhoda kapal meminta barang-barang yang berat dilempar ke laut untuk meringankan beban. Setelah barang-barang berat dilempar ke laut, ternyata, kapal itu tetap saja oleng hampir tenggelam, para penumpangnya bermusyawarah untuk meringankan beban kapal dengan melempar seseorang ke laut. Mereka melakukan undian dan ternyata undian itu jatuh kepada diri Nabi Yunus a.s., tetapi mereka tidak mau jika Nabi Yunus a.s. harus terjun ke laut, maka undian pun diulangi lagi, dan ternyata jatuh kepada Nabi Yunus a.s. lagi, hingga undian itu dilakukan sebanyak tiga kali dan hasilnya tetap sama. Maka Nabi Yunus a.s. bangkit dan melepas bajunya, kemudian melemparkan dirinya ke laut. Pada saat yang bersamaan Nabi Yunus a.s. melompat dari kapal, Allah Swt. telah mengirimkan ikan paus besar yang langsung menelan Nabi Yunus a.s. dengan tidak merobek dagingnya atau mematahkan tulangnya. Nabi Yunus a.s. pun tinggal di perut ikan itu dalam beberapa waktu dan dibawa mengarungi lautan oleh ikan itu. Dalam riwayat dikisahkan, bahwa Nabi Yunus a.s. berada dalam tiga kegelapan; kegelapan di dalam perut ikan, kegelapan lautan, dan
kegelapan malam. Kita tidak perlu mempermasalahkan berapa lama Nabi Yunus a.s. berada di dalam perut ikan paus tersebut. Hikmah dari kisah Nabi Yunus a.s. yang diuji Allah Swt. dan harus melompat ke dalam lautan yang dalam demi keselamatan penumpang kapal yang kelebihan muatan. Kita bisa membayangkan, bagaimana susahnya bernapas di kegelapan perut ikan yang berenang di lautan dalam nan gelap. Namun, Nabi Yunus a.s. tetap ingat kepada Allah Swt. dan memanjatkan Pdoa kepada Nya. Singkat kisah, Nabi Yunus a.s. selamat sampai ke tepian berkat kasih sayang Allah Swt.
Nabi Yunus a.s. adalah salah satu nabi yang mengalami kehidupan dalam tiga kegelapan, yaitu kegelapan di dalam perut ikan, kegelapan di lautan, dan kegelapan malam. Nabi Yunus a.s. adalah pembawa ajaran tauhid. Beliau menyesali tindakannya karena meninggalkan umat yang tidak mau bersujud kepada Allah Swt., Tuhan Yang Maha Esa. Beliau berdoa dengan nada penyesalan di dalam perut ikan.
Nabi Yunus bin Matta diutus oleh Allah Swt. untuk berdakwah kepada penduduk ”Ninawa” di wilayah Maushil, Irak.
Penduduk kampung ”Ninawa” berpaling dari jalan Allah Swt. dan menyembah berhala. Oleh sebab itu, Allah Swt. ingin memberi petunjuk kepada mereka dan mengembalikan mereka ke jalan yang lurus. Allah Swt mengutus Nabi Yunus a.s. untuk mengajak mereka beriman dan meninggalkan sesembahan selain Allah Swt. Seruan Nabi Yunus a.s. untuk menyembah Allah Swt. ditolak penduduk ”Ninawa”. Mereka tetap memilih menyembah berhala. Mereka lebih memilih kekafiran dan kesesatan daripada keimanan. Mereka mendustakan Nabi Yunus a.s. mengolok-olok, dan menghinanya. Setelah lama menghadapi mereka, Nabi Yunus a.s. pun marah kepada kaumnya dan tidak berharap lagi keimanan mereka. Allah Swt. pun mewahyukan kepada Nabi Yunus a.s. untuk membimbing kaumnya. Allah Swt. memberi tahu bahwa akan mengazab umat Nabi Yunus setelah berlalu tiga hari. Lalu, Nabi Yunus menyampaikan perihal azab itu kepada kaumnya, kemudian ia pergi meninggalkan mereka. Kaum Nabi Yunus a.s. telah mengetahui azab Allah Swt. akan datang.
Mereka melihat Nabi Yunus a.s. telah pergi meninggalkannya. Dengan demikian, mereka yakin azab akan turun. Maka, mereka segera bertaubat kepada Allah Swt., dan menyesali sikap mereka selama ini. Ketika itu, mereka berdoa memohon ampun kepada Allah Swt. agar azab itu diangkat dari mereka. Allah Swt. menjauhi azab itu dari mereka karena kesungguhan doanya.
Nabi Yunus a.s. tetap meninggalkan kampung kaumnya karena marah, padahal Allah Swt. belum mengizinkannya. Nabi Yunus a.s. pergi ke tepi laut dan menaiki kapal. Pada saat Yunus berada di atas kapal, ombak laut menjadi dahsyat, angin menjadi kencang dan membuat kapal menjadi oleng hingga hampir saja tenggelam. Melihat keadaan demikian, nakhoda kapal meminta barang-barang yang berat dilempar ke laut untuk meringankan beban. Setelah barang-barang berat dilempar ke laut, ternyata, kapal itu tetap saja oleng hampir tenggelam, para penumpangnya bermusyawarah untuk meringankan beban kapal dengan melempar seseorang ke laut. Mereka melakukan undian dan ternyata undian itu jatuh kepada diri Nabi Yunus a.s., tetapi mereka tidak mau jika Nabi Yunus a.s. harus terjun ke laut, maka undian pun diulangi lagi, dan ternyata jatuh kepada Nabi Yunus a.s. lagi, hingga undian itu dilakukan sebanyak tiga kali dan hasilnya tetap sama. Maka Nabi Yunus a.s. bangkit dan melepas bajunya, kemudian melemparkan dirinya ke laut. Pada saat yang bersamaan Nabi Yunus a.s. melompat dari kapal, Allah Swt. telah mengirimkan ikan paus besar yang langsung menelan Nabi Yunus a.s. dengan tidak merobek dagingnya atau mematahkan tulangnya. Nabi Yunus a.s. pun tinggal di perut ikan itu dalam beberapa waktu dan dibawa mengarungi lautan oleh ikan itu. Dalam riwayat dikisahkan, bahwa Nabi Yunus a.s. berada dalam tiga kegelapan; kegelapan di dalam perut ikan, kegelapan lautan, dan
kegelapan malam. Kita tidak perlu mempermasalahkan berapa lama Nabi Yunus a.s. berada di dalam perut ikan paus tersebut. Hikmah dari kisah Nabi Yunus a.s. yang diuji Allah Swt. dan harus melompat ke dalam lautan yang dalam demi keselamatan penumpang kapal yang kelebihan muatan. Kita bisa membayangkan, bagaimana susahnya bernapas di kegelapan perut ikan yang berenang di lautan dalam nan gelap. Namun, Nabi Yunus a.s. tetap ingat kepada Allah Swt. dan memanjatkan Pdoa kepada Nya. Singkat kisah, Nabi Yunus a.s. selamat sampai ke tepian berkat kasih sayang Allah Swt.
Materi Kelas 6 PAI-BP Pelajaran 9 "Ayo, berinfak dan bersedekah"
Berinfak dan Bersedekah
1. Makna Infak dan Sedekah
Berinfak dan bersedekah dapat dilakukan kapan saja dan dapat mempergunakan uang atau barang. Untuk lebih paham lagi, marilah kita cermati pengertian infak dan sedekah. Kata infak diambil dari akar kata: nafaqa yang berarti keluar. Sementara dalam kamus Arab ”Al-Azhar” kata ‘infak’ berarti perihal menafkahkan atau membelanjakan.
Jadi, infak (infaq) diartikan mengeluarkan/menyerahkan sesuatu harta benda sesuai dengan kemampuannya. Allah Swt tidak membebani seseorang untuk berinfak melainkan sesuai dengan rezeki yang diperolehnya dari Allah Swt. Yakinlah, bahwa Allah Swt. akan mengganti apa yang telah diinfakkan dengan berlipat ganda. Barang yang kita infakkan atau sumbangkan jangan takut berkurang, bahkan Allah Swt. berjanji akan menggantinya.
Bersedekah tidak hanya berupa harta benda, tetapi bisa berupa jasa dan
tindakan. Misalnya, tersenyum kepada sahabat atau gurumu adalah sedekah.
Atau, jika di dekat rumahmu ada masjid yang sedang dibangun. Ternyata kamu
tidak bisa menyumbang uang dan barang, kamu bisa juga bersedekah tenaga.
Untuk lebih memahami makna infak dan sedekah cermatilah perbedaan keduanya berikut ini.
A. Infak
Kata infak mengandung pengertian pemberian yang bersifat materi, yaitu: harta atau benda yang diberikan kepada orang lain sesuai dengan kemampuan.
B. Sedekah
Sedekah memiliki arti lebih luas dari infak, yaitu: pemberian barang atau jasa, yang bersifat materi dan nonmateri. Contoh nonmateri, yaitu memberikan jasa, mengajarkan ilmu pengetahuan, memberi nasihat, senyuman, dan mendoakan orang lain.
Berinfak dan bersedekah adalah wujud dari rasa syukur kepada Allah Swt. Berinfak dan bersedekah adalah perbuatan sunah. Berinfak dan bersedekah harus dilaksanakan dengan tulus karena Allah Swt. Bagi orang yang diberi bantuan, hendaknya bantuan digunakan untuk keperluan yang baik dan tidak melanggar syariat Islam.
Untuk lebih jelasnya, marilah kita simak beberapa hikmah berinfak dan bersedekah berikut ini.
a. Orang yang bersedekah akan dimudahkan Allah Swt. dalam usahanya mencari rezeki.
b. Bersedekah adalah sebagai wujud syukur akan nikmat yang Allah Swt. berikan.
c. Allah Swt. akan menambah rezeki orang yang berinfak dan bersedekah.
d. Allah Swt. akan memperhatikan dan menjaga orang yang berinfak dan bersedekah, serta tidak menyia-nyiakan atau membiarkannya.
e. Malaikat akan mendoakan kebaikan kepada orang yang gemar bersedekah.
f. Hati orang yang berinfak dan bersedekah tenang dan tenteram, jauh dari kegelisahan, stres dan penyakit kejiwaan lainnya.
g. Orang yang berinfak dan bersedekah mendapat pahala dari Allah Swt bahkan, Nabi Muhammad saw. bersabda sebagai berikut.
”Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat bagi manusia, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR Muslim).
h. Orang yang berinfak dan bersedekah akan dihapus sebagian dari dosanya.
1. Makna Infak dan Sedekah
Berinfak dan bersedekah dapat dilakukan kapan saja dan dapat mempergunakan uang atau barang. Untuk lebih paham lagi, marilah kita cermati pengertian infak dan sedekah. Kata infak diambil dari akar kata: nafaqa yang berarti keluar. Sementara dalam kamus Arab ”Al-Azhar” kata ‘infak’ berarti perihal menafkahkan atau membelanjakan.
Jadi, infak (infaq) diartikan mengeluarkan/menyerahkan sesuatu harta benda sesuai dengan kemampuannya. Allah Swt tidak membebani seseorang untuk berinfak melainkan sesuai dengan rezeki yang diperolehnya dari Allah Swt. Yakinlah, bahwa Allah Swt. akan mengganti apa yang telah diinfakkan dengan berlipat ganda. Barang yang kita infakkan atau sumbangkan jangan takut berkurang, bahkan Allah Swt. berjanji akan menggantinya.
Bersedekah tidak hanya berupa harta benda, tetapi bisa berupa jasa dan
tindakan. Misalnya, tersenyum kepada sahabat atau gurumu adalah sedekah.
Atau, jika di dekat rumahmu ada masjid yang sedang dibangun. Ternyata kamu
tidak bisa menyumbang uang dan barang, kamu bisa juga bersedekah tenaga.
Untuk lebih memahami makna infak dan sedekah cermatilah perbedaan keduanya berikut ini.
A. Infak
Kata infak mengandung pengertian pemberian yang bersifat materi, yaitu: harta atau benda yang diberikan kepada orang lain sesuai dengan kemampuan.
B. Sedekah
Sedekah memiliki arti lebih luas dari infak, yaitu: pemberian barang atau jasa, yang bersifat materi dan nonmateri. Contoh nonmateri, yaitu memberikan jasa, mengajarkan ilmu pengetahuan, memberi nasihat, senyuman, dan mendoakan orang lain.
Berinfak dan bersedekah adalah wujud dari rasa syukur kepada Allah Swt. Berinfak dan bersedekah adalah perbuatan sunah. Berinfak dan bersedekah harus dilaksanakan dengan tulus karena Allah Swt. Bagi orang yang diberi bantuan, hendaknya bantuan digunakan untuk keperluan yang baik dan tidak melanggar syariat Islam.
Untuk lebih jelasnya, marilah kita simak beberapa hikmah berinfak dan bersedekah berikut ini.
a. Orang yang bersedekah akan dimudahkan Allah Swt. dalam usahanya mencari rezeki.
b. Bersedekah adalah sebagai wujud syukur akan nikmat yang Allah Swt. berikan.
c. Allah Swt. akan menambah rezeki orang yang berinfak dan bersedekah.
d. Allah Swt. akan memperhatikan dan menjaga orang yang berinfak dan bersedekah, serta tidak menyia-nyiakan atau membiarkannya.
e. Malaikat akan mendoakan kebaikan kepada orang yang gemar bersedekah.
f. Hati orang yang berinfak dan bersedekah tenang dan tenteram, jauh dari kegelisahan, stres dan penyakit kejiwaan lainnya.
g. Orang yang berinfak dan bersedekah mendapat pahala dari Allah Swt bahkan, Nabi Muhammad saw. bersabda sebagai berikut.
”Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat bagi manusia, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR Muslim).
h. Orang yang berinfak dan bersedekah akan dihapus sebagian dari dosanya.
Sabtu, 15 Desember 2018
Materi Kelas 6 PAI-BP Pelajaran 8 "Senangnya berakhlak terpuji"
1. Arti Berbaik Sangka
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata ”sangka” artinya duga atau taksir. Berbaik sangka adalah menduga yang baik terhadap sesuatu.
Seorang siswa harus selalu berbaik sangka atau berpikir positif terhadap orang tua, guru atau teman. Berpikir positif adalah perilaku terpuji. Lawan kata berbaik sangka adalah berburuk sangka atau prasangka. Siswa yang baik akan menghindari prasangka buruk terhadap orang lain
Contoh Berbaik Sangka setelah kita memahami makna berbaik sangka, marilah kita cermati contoh-contoh perilaku berbaik sangka berikut ini.
a. Tanpa curiga, Ahmad meminjamkan uang jajannya kepada Karim untuk membeli buku
b. Kamila menerima peraturan orang tuanya untuk bangun pagi agar bisa salat subuh berjamaah dan membersihkan tempat tidur sendiri.
c. Karlina menerima aturan orang tuanya untuk mengikuti les privat mengaji di rumah, walaupun ia tidak keluar rumah setelah pulang sekolah.
d. Herman memahami sahabatnya Zakaria yang tidak ikut piknik ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) karena ternyata Zakaria harus mengikuti ujian renang.
2. Arti Simpati
Secara umum, kata simpati dapat diartikan sebagai perasaan kebersamaan secara sosial hingga seseorang dapat merasakan perasaan orang lain, (biasanya suatu perasan sedih) dalam dirinya sendiri. Contohnya saat kita mengetahui orang lain mendapat musibah, seperti orang tuanya meninggal dunia, kita dapat merasakan kesedihan yang sama.
Contoh Simpati
Anak-anak, setelah kamu memahami makna simpati, cermati contoh-contoh simpati berikut ini.
a. Mendengarkan curahan hati teman hingga selesai.
b. Memosisikan diri kita dalam posisi orang lain yang kesusahan atau gembira.
c. Jangan menyuruh orang lain melakukan sesuatu yang kita sendiri malas atau tidak melakukannya.
d. Beri aksi nyata dengan menanyakan apa yang bisa kita lakukan untuk membantu. Jika tidak bisa memberikan apa yang diminta, cari alternatif lain atau menanyakan apakah ada orang
3. Arti Toleran
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata toleran adalah kata sifat yang menunjukkan sikap tenggang rasa (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dsb) yang berbeda dengan pendirian sendiri.
Adapun toleransi adalah sikap saling menghormati dan saling bekerja sama di antara kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda, baik secara etnis, bahasa, budaya, politik, maupun agama.
Contoh Toleran
Setelah kamu memahami makna toleran, cermati contoh-contoh sikap toleran berikut ini.
a. Kita menghormati pendapat teman yang berbeda dengan pendapat kita.
b. Kita tidak membuat kegaduhan di masjid saat orang-orang sedang melaksanakan ibadah salat.
c. Kita tidak memasang petasan yang memekakkan telinga karena bisa saja di sekitar kita ada bayi atau orang sakit.
d. Kita tidak membuat keributan di kelas saat guru sedang menjelaskan karena teman-teman lainnya butuh ketenangan untuk belajar.
e. Kita tidak hidupkan radio, VCD atau televisi keras-keras sehingga mengganggu tetangga.
f. Kita tidak main gitar atau bedug di saat para tetangga sedang istirahat.
g. Kita tidak mengejek kawan yang berbeda suku dan agamanya.
4. Hidup Rukun
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata rukun berarti baik dan damai; tidak bertengkar, hidup rukun artinya hidup damai dan tidak bertengkar. Hidup rukun sangat dianjurkan oleh agama karena manusia diciptakan oleh Allah Swt. bersuku bangsa yang berbeda yang menyebabkan budayanya pun berbeda. Namun, kita diajarkan untuk saling rukun karena dalam pandangan Allah Swt., hanya orang bertaqwa yang membedakan satu dengan yang lainnya.
Contoh Hidup Rukun
Nah, anak-anak, kalian sudah membaca makna hidup rukun. Marilah, kita cermati contoh-contoh perbuatan yang menyebabkan hidup rukun berikut ini.
a. Setiap akan berbicara atau melakukan kegiatan, harus diperhitungkan baik dan buruknya.
b. Menghargai orang lain; orang tua, orang yang lebih tua, kakak-adik, teman yang beragama lain, teman yang berasal dari daerah lain.
c. Berbicara yang baik, tidak dengan kata-kata yang kasar, yang membuat orang lain marah atau sakit hati.
d. Dalam bertindak, mengutamakan kepentingan orang banyak daripada kepentingan pribadi. Atau, dalam bertindak, tidak egois yang selalu mementingkan diri sendiri. Dan lain-lain
Adapun perbuatan yang membuat hidup kita tidak rukun.
a. Berbuat lebih mengedepankan emosi atau cepat marah bukan akal sehat.
b. Tidak menghargai orang lain dan atau menganggap diri sendiri paling benar dan paling pintar.
c. Suka mencela dan mengolok-olok teman. Perbuatan mengolok atau mencela sering kali menjadi pemicu suatu pertengkaran atau perkelahian.
d. Suka berbicara kasar dan merendahkan orang lain.
5. Peringatan agar kita memiliki rasa hormat, sayang dan patuh kepada orangtua, guru dan anggota keluarga
Contoh Hormat dan Patuh kepada Orang Tua
a. Memberi salam, minta izin dan mencium tangan orang tua ketika akan berangkat ke sekolah.
b. Mendoakan orang tua setelah salat.
c. Perintah orang tua untuk belajar sungguh-sungguh, tidak banyak menonton TV, banyak bermain harus dituruti.
d. Minta izin terlebih dulu jika ingin bermain ke rumah teman.
e. Perintah orang tua untuk mengerjakan salat dan bangun pagi hendaknya dituruti,
dan sebaginya.
Contoh hormat dan patuh kepada guru
a. Ketika bertemu guru, memberi salam kepada guru lalu mencium tangannya.
b. Mendengarkan penjelasan guru di kelas.
c. Saat belajar, tidak banyak bercanda di dalam kelas.
d. Tugas-tugas dari guru dikerjakan tepat waktu.
e. Nasihat untuk kemajuan siswa/i harus dipatuhi.
f. Larangan guru agar tidak mencorat-coret dinding kelas, tidak berkelahi dengan teman, atau mengganggu teman di kelas hendaknya dipatuhi.
Contoh hormat dan patuh kepada sesama keluarga
a. Jika bertemu saudara/famili yang lebih tua, seperti nenek/kakek, paman/bibi atau kakak, hendaknya memberi salam dan mencium tangannya.
b. Mematuhi setiap nasihat kebaikan dari anggota keluarga yang lebih tua.
c. Terhadap adik yang lebih muda hendaknya disayangi.
d. Tidak menghidupkan radio atau TV keras-keras di saat ada anggota keluarga (adik atau kakak atau nenek yang sakit)
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata ”sangka” artinya duga atau taksir. Berbaik sangka adalah menduga yang baik terhadap sesuatu.
Seorang siswa harus selalu berbaik sangka atau berpikir positif terhadap orang tua, guru atau teman. Berpikir positif adalah perilaku terpuji. Lawan kata berbaik sangka adalah berburuk sangka atau prasangka. Siswa yang baik akan menghindari prasangka buruk terhadap orang lain
Contoh Berbaik Sangka setelah kita memahami makna berbaik sangka, marilah kita cermati contoh-contoh perilaku berbaik sangka berikut ini.
a. Tanpa curiga, Ahmad meminjamkan uang jajannya kepada Karim untuk membeli buku
b. Kamila menerima peraturan orang tuanya untuk bangun pagi agar bisa salat subuh berjamaah dan membersihkan tempat tidur sendiri.
c. Karlina menerima aturan orang tuanya untuk mengikuti les privat mengaji di rumah, walaupun ia tidak keluar rumah setelah pulang sekolah.
d. Herman memahami sahabatnya Zakaria yang tidak ikut piknik ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) karena ternyata Zakaria harus mengikuti ujian renang.
2. Arti Simpati
Secara umum, kata simpati dapat diartikan sebagai perasaan kebersamaan secara sosial hingga seseorang dapat merasakan perasaan orang lain, (biasanya suatu perasan sedih) dalam dirinya sendiri. Contohnya saat kita mengetahui orang lain mendapat musibah, seperti orang tuanya meninggal dunia, kita dapat merasakan kesedihan yang sama.
Contoh Simpati
Anak-anak, setelah kamu memahami makna simpati, cermati contoh-contoh simpati berikut ini.
a. Mendengarkan curahan hati teman hingga selesai.
b. Memosisikan diri kita dalam posisi orang lain yang kesusahan atau gembira.
c. Jangan menyuruh orang lain melakukan sesuatu yang kita sendiri malas atau tidak melakukannya.
d. Beri aksi nyata dengan menanyakan apa yang bisa kita lakukan untuk membantu. Jika tidak bisa memberikan apa yang diminta, cari alternatif lain atau menanyakan apakah ada orang
3. Arti Toleran
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata toleran adalah kata sifat yang menunjukkan sikap tenggang rasa (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dsb) yang berbeda dengan pendirian sendiri.
Adapun toleransi adalah sikap saling menghormati dan saling bekerja sama di antara kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda, baik secara etnis, bahasa, budaya, politik, maupun agama.
Contoh Toleran
Setelah kamu memahami makna toleran, cermati contoh-contoh sikap toleran berikut ini.
a. Kita menghormati pendapat teman yang berbeda dengan pendapat kita.
b. Kita tidak membuat kegaduhan di masjid saat orang-orang sedang melaksanakan ibadah salat.
c. Kita tidak memasang petasan yang memekakkan telinga karena bisa saja di sekitar kita ada bayi atau orang sakit.
d. Kita tidak membuat keributan di kelas saat guru sedang menjelaskan karena teman-teman lainnya butuh ketenangan untuk belajar.
e. Kita tidak hidupkan radio, VCD atau televisi keras-keras sehingga mengganggu tetangga.
f. Kita tidak main gitar atau bedug di saat para tetangga sedang istirahat.
g. Kita tidak mengejek kawan yang berbeda suku dan agamanya.
4. Hidup Rukun
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata rukun berarti baik dan damai; tidak bertengkar, hidup rukun artinya hidup damai dan tidak bertengkar. Hidup rukun sangat dianjurkan oleh agama karena manusia diciptakan oleh Allah Swt. bersuku bangsa yang berbeda yang menyebabkan budayanya pun berbeda. Namun, kita diajarkan untuk saling rukun karena dalam pandangan Allah Swt., hanya orang bertaqwa yang membedakan satu dengan yang lainnya.
Contoh Hidup Rukun
Nah, anak-anak, kalian sudah membaca makna hidup rukun. Marilah, kita cermati contoh-contoh perbuatan yang menyebabkan hidup rukun berikut ini.
a. Setiap akan berbicara atau melakukan kegiatan, harus diperhitungkan baik dan buruknya.
b. Menghargai orang lain; orang tua, orang yang lebih tua, kakak-adik, teman yang beragama lain, teman yang berasal dari daerah lain.
c. Berbicara yang baik, tidak dengan kata-kata yang kasar, yang membuat orang lain marah atau sakit hati.
d. Dalam bertindak, mengutamakan kepentingan orang banyak daripada kepentingan pribadi. Atau, dalam bertindak, tidak egois yang selalu mementingkan diri sendiri. Dan lain-lain
Adapun perbuatan yang membuat hidup kita tidak rukun.
a. Berbuat lebih mengedepankan emosi atau cepat marah bukan akal sehat.
b. Tidak menghargai orang lain dan atau menganggap diri sendiri paling benar dan paling pintar.
c. Suka mencela dan mengolok-olok teman. Perbuatan mengolok atau mencela sering kali menjadi pemicu suatu pertengkaran atau perkelahian.
d. Suka berbicara kasar dan merendahkan orang lain.
5. Peringatan agar kita memiliki rasa hormat, sayang dan patuh kepada orangtua, guru dan anggota keluarga
Contoh Hormat dan Patuh kepada Orang Tua
a. Memberi salam, minta izin dan mencium tangan orang tua ketika akan berangkat ke sekolah.
b. Mendoakan orang tua setelah salat.
c. Perintah orang tua untuk belajar sungguh-sungguh, tidak banyak menonton TV, banyak bermain harus dituruti.
d. Minta izin terlebih dulu jika ingin bermain ke rumah teman.
e. Perintah orang tua untuk mengerjakan salat dan bangun pagi hendaknya dituruti,
dan sebaginya.
Contoh hormat dan patuh kepada guru
a. Ketika bertemu guru, memberi salam kepada guru lalu mencium tangannya.
b. Mendengarkan penjelasan guru di kelas.
c. Saat belajar, tidak banyak bercanda di dalam kelas.
d. Tugas-tugas dari guru dikerjakan tepat waktu.
e. Nasihat untuk kemajuan siswa/i harus dipatuhi.
f. Larangan guru agar tidak mencorat-coret dinding kelas, tidak berkelahi dengan teman, atau mengganggu teman di kelas hendaknya dipatuhi.
Contoh hormat dan patuh kepada sesama keluarga
a. Jika bertemu saudara/famili yang lebih tua, seperti nenek/kakek, paman/bibi atau kakak, hendaknya memberi salam dan mencium tangannya.
b. Mematuhi setiap nasihat kebaikan dari anggota keluarga yang lebih tua.
c. Terhadap adik yang lebih muda hendaknya disayangi.
d. Tidak menghidupkan radio atau TV keras-keras di saat ada anggota keluarga (adik atau kakak atau nenek yang sakit)
Langganan:
Postingan (Atom)
RPP Pembelajaran PAI-BP Kelas 6
RPP PAI SD Kelas 6 by on Scribd
-
RPP PAI SD Kelas 6 by on Scribd